NAMA
: BAMBANG SUTIKNO
NIM :11110005
Jl. Malaka No.3 Tambora Jakarta Barat, Kota Tua Jakarta
Capital Region, Jakarta Capital Region 11230 Phone +62
21 6915209
KATA PENGANTAR
Puji syukur
senantiasa marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah swt. Yang telah
memberikan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
MAKALAH yang berjudul ”hubungan antar manusia” ini sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan.
Selanjutnya
salam serta shawat semoga tetap tercurah bagi hamba pilihan Allah Rasulullah
Muhammad SAW, karena berkat perjuangan dan pengorbanan beliaulah sehingga umat
islam bisa mencapai alam yang terang benderang seperti yang sudah kita rasakan
saat ini.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan,
bimbingan dan ilmu yang bermanfaat kepada kami sehingga kami mampu mengerjakan
tugas Makalah ini, serta ucapan terima kasih juga kepada rekan-rekan mahasiswa
yang juga ikut berpartisipasi didalamnya dalam hal pembuatan Makalah ini.
Semoga dengan adanya Makalah ini akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan
bagi kita semua amienn....
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... 1
KATA PENGANTAR .................................................................................... 2
DAFTAR ISI ................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang ..................................................................................... 4
- Rumusan Masalah ................................................................................ 4
- Tujuan Penulisan .................................................................................. 4
BAB II
PEMBAHASAN
- Hubungan manusia dan kebudayaan.................................................... 5-6
- Hubungan manusia dan pendidikan..................................................... 6-7
- Kaitan manusia, kebudayaan dan pendidikan...................................... 7-9
BAB III PENUTUP
- Kesimpulan .......................................................................................... 10
- Saran .................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia seperti yang kita ketahui
sangat erat sekali hubungannya dengan kebudayaan dan pendidikan. Pendidikan merupakan upaya
untuk memelihara kebudayaan, “ Education as Cultural Conservation
”. Disini peran pendidikan sebagai pelestarian budaya dan pendidikan
harus didasarkan kepada nilai – nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal
peradaban umat manusia. Sebab kebudayaan tersebut telah teruji dalam segala
zaman, kondisi dan sejarah. Kebudayaan adalah esensial yang mampu mengemban
hari kini dan masa depan umat manusia ( Mohammad Noor Syam, 1984 ). Pendidikan
merupakan suatu sistem untuk meningkatkan kualitas hidup dalam segala aspek
kehidupan dan sekaligus sebagai upaya pewarisan nilai – nilai budaya bagi
kehidupan manusia.
Hakikat manusia dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan
adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan lainnya. Kita
harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan tersebut merupakan warisan
dari nenek moyang kita dahulu. Kebudayaan itu di ibaratnya seperti ciri
khas dari manusia yang menggunakan kebudayaan tersebut. Namun akhir – akhir ini
kita pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan Negara kita ini telah
terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan
efek dari arus globalisasi yang sangat kencang sehingga banyak kebudayaan –
kebudayaan dari luar yang bebas keluar masuk ke dalam Negara kita ini sehingga
kebudayaan kita sedikit terpengaruh.
B. Rumusan Masalah
1.
Hubungan
manusia dan kebudayaan
2.
Hubungan
manusia dan pendidikan
3.
Kaitan manusia,
kebudayaan dan pendidikan
C. Tujuan Masalah
1.
Untuk
mengetahui hubungan manusia dan kebudayaan
2.
Untuk
mengetahui hubungan manusia dan pendidikan
3.
Untuk
mengetahui kaitan manusia, kebudayaan dan pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Hubungan manusia dan kebudayaan
Manusia adalah makhluk individual,
namun demikian manusia tidak hidup sendiri, tidak mungkin hidup sendirian, dan
tidak pula hidup untuk dirinya sendiri. Manusia hidup dalam keterpautan dengan
sesamanya. Dalam hidup bersama dengan sesamanya ( bermasyarakat ) setiap
individu menepati kedudukan ( status ) tertentu. Di samping itu, setiap individu mempunyai dunia dan tujuan
hidup masing – masing. Terdapat hubungan timbal balik antara individu dengan
individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Terdapat
hubungan timbal balik antara individu dengan sesamanya dalam rangka mengukuhkan
eksistensinya masing – masing maka hendaknya terdapat keseimbangan antara
individualitas dan sosialitas pada setiap manusia.
Manusia memiliki inisiatif dan kreatif dalam
menciptakan kebudayaan, hidup berbudaya, dan membudaya. Kebudayaan bukan
sesuatu yang ada di luar manusia, bahkan hakikatnya meliputi perbuatan manusia
itu sendiri. Berbicara tentang kebudayaan adalah berbicara tentang manusia itu
sendiri. Kebudayaan bertautan dengan kehidupan manusia sepenuhnya, kebudayaan
menyangkut sesuatu yang Nampak dalam bidang eksistensi setiap manusia. Manusia
tidak terlepas dari kebudayaan, bahkan manusia itu baru menjadi manusia karena
bersama kebudayaannya ( C. A. Van Peursen, 1957 ). Sejalan dengan ini Ernst
Cassirer menegaskan bahwa manusia tidak akan menjadi manusia karena faktor di
dalam dirinya, seperti misalnya naluri, melainkan fungsi kehidupannya, yaitu
pekerjaannya, kebudayaannya.
Kebudayaan memiliki fungsi postif bagi manusia, namun
demikian apabila manusia kurang bijaksana dalam mengembangkannya, kebudayaan
pun dapat menimbulkan kekuatan – kekuatan yang mengancam eksistensi manusia.
Contoh dalam perkembangan kebudayaan yang begitu cepat, sejak abad yang lalu disinyalir
telah menimbulkan krisis antropologis. Kebudayaan tidak bersifat statis
melainkan dinamis. Kodrat dinamika pada diri manusia mengaplikasikan
adanya perubahan dan pembaharuan kebudayaan. Hal ini tentu saja didukung pula
oleh pengaruh kebudayaan masyarakat atau bangsa lain terhadap kebudayaan
masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, mengingat adanya dampak positif dan
negatif dari kebudayaan terhadap manusia, masyarakat kadang – kadang terombang
– ambing di antara dua relasi kecenderungan. Di satu pihak ada yang mau
melestarikan hal – hal lama ( tradisi ), sedang yang lain terdorong
untuk menciptakan hal – hal baru ( inovasi ). Ada pergolakan yang tak
kunjung reda antara tradisi dan inovasi. Hal ini meliputi semua kehidupan
budaya ( Ernst Cassirer, 1987 ).
Kebudayaan mempunyai sifat normatif, karena diarahkan oleh
nilai – nilai yang diakui bersama di dalam suatu masyarakat. Proses pendidikan
dengan sendirinya merupakan suatu proses yang normatif, yang di dasari dengan
nilai – nilai. Salah satu contoh kebudayaan adalah pendidikan. Pendidikan
sebagai suatu proses kebudayaan yang harus melihat peserta didik sebagai
individu yang menyeluruh atau sebagai seorang seutuhnya. Kebudayaan juga
mengatur manusia untuk bertindak.
B.
Hubungan manusia dan pendidikan
Manusia sebagai makhluk yang diberikan kelebihan oleh Allah
dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki makhluk Allah
yang lain dalam kehidupannya, bahwa untuk mengolah akal pikirannya manusia
memerlukan pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran. Hubungan manusia
dengan pendidikan sangat erat karena mempunyai ikatan yang tidak dipisahkan
antara satu dengan yang lainnya. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan
pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia
ini dalam rangka mempertahankan hidupnya. Manusia disebut juga “ Homo
Sapiens ” yang artinya sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk
berilmu pengetahuan. Salah satu insting manusia adalah selalu cenderung ingin
mengetahui segala sesuatu disekelilingnya, yang belum diketahuinya. Berawal
dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Dari rasa
ingin tahu maka timbulah ilmu pengetahun yang bermanfaat untuk manusia itu
sendiri.
Dalam hidupnya manusia digerakan sebagian oleh kebutuhan
untuk mencapai sesuatu dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam
bermasyarakat. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan – kemampuan,
tetapi juga mempunyai keterbatasan – keterbatasan. Manusia tidak hanya memiliki
sifat – sifat yang baik namun juga mempunyai sifat – sifat yang kurang baik.
Menurut pandangan pancasila manusia mempunyai keinginan untuk mempertahankan
hidup dan menjaga kehidupan lebih baik. Setiap manusia itu membutuhkan
pendidikan. Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai kemampuan –
kemampuan untuk mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri.
Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada
yang lebih baik. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat
didekati dan di analisis secara murni. Kemampuan seperti itulah yang tidak
dimiliki oleh makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia dapat tumbuh dan berkembang
melalui pendidikan, karena manusia dapat tumbuh berkembang melalui suatu proses
alami menuju kedewasaan baik itu bersifat jasmani maupun bersifat rohani. Oleh
sebab itu manusia memerlukan Pendidikan demi mendapatkan perkembangan yang
optimal sebagai manusia. Dalam ajaran Agama Islam memandang bahwa manusia
sebagai tubuh, akal dan hati nurani. Potensi dasar manusia yang dikembangkan
itu tidak lain adalah bertuhan dan cenderung kepada kebaikan bersih dari dosa,
berilmu pengetahuan serta bebas memilih dan berkreasi. Kemampuan kreatif
manusia pun berkembang secara bertahap sesuai ukuran tingkat kekuatan dan
kelemahan unsur penunjang kerativitas seperti pendengaran, pengelihatan serta
pola piker manusia tersebut. Berdasarkan undang – undang Sisdiknas No 20 tahun
2003 BAB I, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
C.
Kaitan manusia, kebudayaan dan pendidikan
Manusia seperti yang kita ketahui
sangat erat sekali hubungannya dengan kebudayaan dan pendidikan. Pendidikan merupakan upaya untuk
memelihara kebudayaan, “ Education as Cultural Conservation ”.
Disini peran pendidikan sebagai pelestarian budaya dan pendidikan harus
didasarkan kepada nilai – nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban
umat manusia. Pendidikan merupakan salah satu unsur kebudayaan, karena proses
pendidikan pada dasarnya merupakan hakikat dari kebudayaan itu sendiri.
Berdasarkan nilai – nilai kebudayaan yang beragam, kompleks dan terintegrasi
maka suatu proses pendidikan tidak dapat dilihat dari satu sudut saja. Tetapi
harus menggunakan pandangan yang multi displiner.
Manusia sebagai makhluk sosial, dalam kehidupannya tidak
dapat terlepas dari hubungan sosial. Kebudayaan mengatur manusia untuk
bertindak. Kebudayaan melahirkan kaidah – kaidah untuk melindungi masyarakat
dari kehancuran yang diakhibatkan oleh kekuatan – kekuatan tersembunyi di
masyarakat. Kaidah – kaidah ini berupa petunjuk cara bertingkah laku di dalam
pergaulan hidup. Kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana
seharusnya bertindak, berbuat, dan menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan
dengan orang lain. Apabila manusia hidup sendiri, maka tak aka nada manusia
lain yang merasa terganggu oleh tindakan – tindakannya. Akan tetapi setiap
manusia, bagaimana hidupnya akan selalu menciptakan kebiasaan bagi dirinya
sendiri.
Manusia tanpa kebudayaan dan
pendidikan bagaikan kesatuan tubuh yang tanpa arti. Karena
kebudayaan manusia dapat mengetahui semua yang ada di lingkungannya. Peranan
kebudayaan dan pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia. Sekolah adalah
salah satu contoh kebudayaan dan pendidikan. Sekolah merupakan suatu lembaga
utama ( selain keluarga ) yang dipergunakan oleh orang dewasa dalam mewariskan
kebudayaan kepada anak – anaknya ( generasi penerus ). Oleh karena itu orang
dewasa yang ada di sekolah ( guru ) harus memiliki pemahaman yang jelas tentang
budaya yang berkembang di masyarakat, baik secara mikro maupun secara makro
yang meliputi tentang nilai, kepercayaan, dan norma.
Manusia merupakan individu yang
memerlukan pendidikan yang layak. Pendidikan salah satu contoh kebudayaan yang
selalu berkembang sesuai perkembangan zaman. Manusia yang baik adalah manusia
yang dapat melestarikan kebudayaannya karena manusia sebagai makhluk budaya.
Pendidikan hanya dapat dilakukan oleh makhluk yang berbudaya dan yang
menghasilkan nilai kebudayaan yaitu manusia. Hal ini juga yang membedakan
manusia dengan makhluk yang lainnya ( hewan ) dengan adanya kebudayaan dan
pendidikan. Perkembangan pendidikan sejajar dengan perkambangan kebudayaan.
Pendidikan selalu berubah sesuai perkembangan kebudayaan, karena pendidikan
merupakan proses transfer kebudayaan dan sebagai cermin nilai – nilai
kebudayaan ( pendidikan bersifat reflektif ). Pendidikan juga bersifat
progresif yaitu yang selalu mengalami perubahan perkembangan sesuai
tuntutan perkembangan kebudayaan. Kedua sifat tersebut berkaitan erat dan
terintegrasi. Untuk itu perlu pendidikan formal dan informal yang disengaja
diadakan atau tidak. Perbedaan kebudayaan menjadi cermin bagi bangsa lain,
membuat perbedaan sistem, isi dan pendidikan pengajaran sekaligus menjadi
cermin tingkat pendidikan.
Pendidikan informal
lebih dahulu ada
dari pada pendidikan formal ( education dan
schooling ) pendidikan informal merupakan unsur mutlak kebudayaan untuk
semua tingkat kebudayaan yang muncul karena adanya pembagian kerja. Pada
dasarnya keduanya disengaja dan gejala kebudayaan, pemisahan keduanya tidak
berguna. Tugas kebudayaan bukan memonopoli lembaga pendidikan formal, tetapi
kebersamaan warga dan negara karena segala unsure kebudayaan bernilai pendidikan
baik yang direncanakan ataupun yang tidak direncanakan. Setiap manusia itu
membutuhkan pendidikan. Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai
kemampuan – kemampuan untuk mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya
sendiri. Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat
diarahkan kepada yang lebih baik. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku
manusia dapat didekati dan di analisis secara murni. Kemampuan seperti itulah
yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia dapat tumbuh dan
berkembang melalui pendidikan, karena manusia dapat tumbuh berkembang melalui
suatu proses alami menuju kedewasaan baik itu bersifat jasmani maupun bersifat
rohani. Oleh sebab itu manusia memerlukan Pendidikan demi mendapatkan
perkembangan yang optimal sebagai manusia
Dengan demikian pendidikan merupakan
ikhtiar pembudayaan demi peradaban manusia. Pendidikan bermakna sebagai proses
pembudayaan dan seiring bersama itu berkembanglah sejarah peradaban manusia.
Seluruh kebudayaan hanya bias dialihkan dari satu generasi ke generasi lain
melalui pendidikan. Kalau demikian halnya maka pendidikan tidak hanya merupakan
prakarsa bagi terjadinya pengahlian pengetahuan dan keterampilan tetapi juga
melalui pengalihan nilai – nilai budaya dan norma – norma sosial.
Nilai – nilai budaya yang diwariskan
merupakan unsur luar yang masuk ke dalam diri manusia, sementara dalam diri
manusia ada unsur yang menonjol keluar seperti perkembangan potensi yang
dimiliki manusia. Tugas utama pendidikan adalah berusaha mewariskan nilai –
nilai budaya tersebut, sesuai dengan potensi dan lingkungan pada individu dan
masyarakat. Hasan Langgulung, menyatakan sulit dibayangkan bahwa seseorang
tanpa lingkungan yang member corak kepada watak dan kepribadian, sebab
lingkungan inilah yang berusaha mewariskan nilai – nilai budaya yang
dimilikinya dengan tujuan memelihara kepribadian dan identitas budaya tersebut
sepanjang zaman. Sebab budaya dan peradaban juga bias mati apabila nilai –
nilai, norma – norma dan berbagai unsur lainnya yang dimiliki berhenti dan
tidak berfungsi lagi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manusia memiliki inisiatif dan kreatif
dalam menciptakan kebudayaan, hidup berbudaya, dan membudaya. Kebudayaan bukan
sesuatu yang ada di luar manusia, bahkan hakikatnya meliputi perbuatan manusia
itu sendiri. Berbicara tentang kebudayaan adalah berbicara tentang manusia itu
sendiri. Kebudayaan bertautan dengan kehidupan manusia sepenuhnya, kebudayaan
menyangkut sesuatu yang Nampak dalam bidang eksistensi setiap manusia. Manusia
tidak terlepas dari kebudayaan, bahkan manusia itu baru menjadi manusia karena
bersama kebudayaannya ( C. A. Van Peursen, 1957 ).
Setiap manusia itu membutuhkan
pendidikan. Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai kemampuan –
kemampuan untuk mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri.
Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada
yang lebih baik. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat
didekati dan di analisis secara murni. Kemampuan seperti itulah yang tidak
dimiliki oleh makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia dapat tumbuh dan berkembang
melalui pendidikan, karena manusia dapat tumbuh berkembang melalui suatu proses
alami menuju kedewasaan baik itu bersifat jasmani maupun bersifat rohani. Oleh
sebab itu manusia memerlukan Pendidikan demi mendapatkan perkembangan yang
optimal sebagai manusia.
Manusia merupakan individu yang
memerlukan pendidikan yang layak. Pendidikan salah satu contoh kebudayaan yang
selalu berkembang sesuai perkembangan zaman. Manusia yang baik adalah manusia
yang dapat melestarikan kebudayaannya karena manusia sebagai makhluk budaya.
Pendidikan hanya dapat dilakukan oleh makhluk yang berbudaya dan yang
menghasilkan nilai kebudayaan yaitu manusia. Hal ini juga yang membedakan
manusia dengan makhluk yang lainnya ( hewan ) dengan adanya kebudayaan dan
pendidikan. Perkembangan pendidikan sejajar dengan perkambangan kebudayaan.
Pendidikan selalu berubah sesuai perkembangan kebudayaan, karena pendidikan
merupakan proses transfer kebudayaan dan sebagai cermin nilai – nilai
kebudayaan ( pendidikan bersifat reflektif ). Pendidikan juga bersifat
progresif yaitu yang selalu mengalami perubahan perkembangan sesuai
tuntutan perkembangan kebudayaan.
B.
Saran
Kebudayaan itu di ibaratnya
seperti ciri khas dari manusia yang menggunakan kebudayaan tersebut. Kita
sebagai manusia yang berbudaya setidaknya kita dapat menjaga kebudayaan
yang kita punya bahkan kalau bisa kita melestarikan kebudayaan yang ada di
Indonesia. Agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan luar yang akhiri – akhir ini
berkembang di dunia .
DAFTAR PUSTAKA
Hatimah,
I. dkk. ( 2010 ) Pembelajaran Berwawasan Kemasyaraktan.
Jakarta
: Universitas Terbuka
Wahyudin,
D. dkk. ( 2010 ) Pengantar Pendidikan. Jakarta :
Universitas Terbuka.
http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/07/hubungan-kebudayaan-dengan-pendidikan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar